Grup Lego bukan lagi sekedar perusahaan mainan. Ini adalah raksasa industri swasta. Ini menempati peringkat sebagai produsen mainan terbesar keempat di dunia. Operasi ini mempekerjakan lebih dari 5.000 orang di seluruh dunia. Sebuah tim beragam yang terdiri dari 150 desainer dari 18 negara berbeda merencanakan elemen untuk setiap set. Produk-produk ini menjangkau konsumen di lebih dari 130 negara.
Namun usaha besar ini dimulai dengan usaha yang jauh lebih kecil. Ini dimulai sebagai bisnis keluarga di Billund, Denmark, pada tahun 1932. Ole Kirk Christiansen mendirikan perusahaan tersebut. Dia membuat barang-barang kayu seperti tangga dan mainan. Bisnis ini bertahan pada mainan kayu selama beberapa dekade. Hal itu berubah pada tahun 1960. Kebakaran menghancurkan gudang mainan kayu.
Christiansen telah menamai perusahaan itu “Lego” pada tahun 1934. Ini merupakan singkatan dari kata Denmark “leg godt”, yang berarti “bermain dengan baik”.
Bagaimana Lego Bertransisi ke Pabrikan Plastik
Plastik mulai dikenal pada tahun 1947. Lego menjadi perusahaan pertama di Denmark yang menggunakan mesin cetak injeksi plastik. Pada tahun 1951, mainan plastik menyumbang setengah dari produksi perusahaan.
Desainnya berkembang antara tahun 1949 dan 1958. Sejak itu, batu bata dasarnya tidak berubah. Konsistensi tersebut adalah kunci untuk memahami cara kerja Lego dengan begitu efektif. Sistem koneksi yang disempurnakan pada akhir tahun 50an masih menjadi standar hingga saat ini.
Perusahaan menambahkan elemen baru pada tahun 1960an dan 1970an. Figur Lego hadir pada tahun 1974. Awalnya menampilkan warna kulit kuning. Mereka memang dirancang netral gender.
Elemen Lego TECHNIC memasuki pasar pada tahun 1977. Elemen tersebut menambah kompleksitas mekanis. Satu dekade kemudian, perusahaan ini memperkenalkan robot MINDSTORMS pada tahun 1998. Lini produk ini merupakan hasil kolaborasi dengan Massachusetts Institute of Technology Media Lab.
Mengapa Sejarah Desain Lego Penting
Umur panjang dari batu bata inti sangat luar biasa. Kebanyakan mainan memudar dari relevansinya. Bagian dasar Lego tetap sama selama lebih dari enam puluh tahun. Daya tahan ini memungkinkan perangkat baru untuk terhubung dengan perangkat lama. Ini mendorong pengumpulan jangka panjang dan permainan kreatif.
Ekspansi ke bidang teknologi menunjukkan kemampuan beradaptasi. Beralih dari balok kayu sederhana ke robot yang dapat diprogram memerlukan inovasi yang signifikan. Kemitraan dengan Media Lab MIT menunjukkan kesediaan untuk terlibat dengan institusi pendidikan maju.
Saat ini, skalanya sangat besar. Ribuan karyawan mendukung desain dan produksi. Desainer dari seluruh dunia berkontribusi terhadap ekosistem. Jangkauan global mencakup sebagian besar pasar utama.
Perjalanan dari toko pertukangan di Denmark menjadi perusahaan multinasional sangatlah curam. Kebakaran pada tahun 1960 bisa saja mengakhirinya. Peralihan ke plastik menyelamatkannya. Penolakan untuk mengubah batu bata dasar mempertahankannya.
Apa yang terjadi selanjutnya? Fondasinya kokoh. Batu batanya sudah siap. Satu-satunya variabel adalah ide selanjutnya.

NXT: Batu Bata Cerdas Dengan Warisan
Lego baru saja merilis set MINDSTORMS NXT, dan ini bukan perlengkapan bangunan biasa. Pada intinya terdapat “batu bata cerdas”, sebuah otak bertenaga mikroprosesor yang benar-benar membuat segala sesuatu bergerak. Anda mendapatkan tiga motor, empat sensor, perangkat lunak pemrograman, dan 571 elemen TECHNIC di dalam kotak. Namun, perusahaan tidak membangunnya dalam ruang hampa. Sekelompok peminat yang dikenal sebagai Panel Pengguna MINDSTORMS membantu membentuk sistem sebelum diluncurkan ke pasaran.
Lucu rasanya memikirkan betapa banyak yang telah berubah sejak awal.
Bagaimana Batu Bata Lego Berevolusi Dari Balok yang Tidak Stabil
Sejarah batu bata sudah panjang, namun stabilitas desainnya relatif baru. Ole Kirk Christiansen memperkenalkan Batu Pengikat Otomatis pada tahun 1949. Batu bata ini merupakan pendahulu dari apa yang kita kenal sekarang, namun tidak memiliki tabung interior yang mendefinisikan pengalaman Lego modern. Tanpa tabung-tabung itu, kreasi menjadi goyah. Mereka mudah hancur.
Pada tahun 1958, Lego menambahkan tabung tersebut. Perusahaan mematenkan desain tersebut pada tahun yang sama. Geometri spesifik itu menjadi standar. Batu bata dasar Lego pada dasarnya tidak berubah sejak saat itu. Jika Anda mengeluarkan batu bata baru dari kotaknya hari ini dan memasangkannya ke batu bata yang diproduksi pada tahun 1958, itu akan sangat cocok. Kompatibilitasnya tidak pernah rusak.




























