Scherzo: Betapa gerakan tarian yang lucu mengambil alih musik klasik

14

Jika Anda sedang mendengarkan sebuah simfoni dan tiba-tiba merasa ada selingan yang luar biasa dalam musiknya, Anda mungkin pernah menemukan scherzo.

Ini adalah bagian ketiga dari karya terpenting abad ke-19. Simfoni. Sonata. Kuartet Senar. Di situlah ia tinggal. Tapi itu tidak muncul begitu saja. Asal-usulnya terkait dengan sejarah yang dimulai dari apa yang diasosiasikan kebanyakan orang dengan era Romantis.

Awalnya, selama periode Barok dari tahun 1600 hingga 1750, “scherzo” hanyalah musik ringan. Itu dapat didengar di trek vokal dan instrumental. Claudio Monteverdi menggubah musikal Scherzo pada tahun 1607. Itu lucu. Itu singkat saja. Ini bukanlah tulang punggung struktural dari sebuah tubuh besar.

Setelah itu, segalanya menjadi rumit.

Pada abad ke-19, scherzo telah berevolusi. Ini akan menjadi karya orkestra independen. Namun fungsi terpentingnya adalah menggantikan minuet.

Penggantian minuet hari raya

Pada abad ke-18, minuet merupakan tarian aristokrat. Ini sangat meriah. Itu bermartabat. Ia bergerak dengan sopan dan anggun.

Scherzo tidak peduli tentang itu.

Scherzos sebagian besar disusun oleh Beethoven dan dimulai dengan kecepatan 3/4. Ini sangat cepat. Sungguh mengejutkan. Ini menciptakan perubahan dinamis yang tiba-tiba. Itu menggunakan orkestrasi untuk mengejutkan pendengar. Minuet adalah waltz yang dibuat untuk keperluan istana. Scherzo adalah lelucon yang diceritakan dengan kecepatan tinggi.

Scherzo 3/4 cepat penuh kejutan dalam dinamika dan pengaturan.

Ini bukan hanya kecepatan perubahan. Ini adalah perubahan sikap. Komposer membutuhkan energi. Mereka menginginkan ketidakpastian. Minuetnya terlalu kaku untuk semangat romantis baru.

Struktur trio dan ABA

Kedua gerakan tersebut memiliki trik arsitektur tertentu. Keduanya mengandung bagian kontras yang disebut trio.

Strukturnya sederhana: ABA.

  1. Tema utama (A).
  2. Trio (B).
  3. Kembalinya tema utama (A).

Joseph Haydn mengantisipasi perubahan ini. Minuetnya mengulangi ritmenya. Mereka tiba-tiba. Mereka mengisyaratkan kekacauan yang akan terjadi. Faktanya, Haydn sebenarnya menggunakan kata “scherzo” dalam kuartet Opus 33. Mereka dikenal sebagai Kuartet Rusia atau Gli scherzi. Dia ada di label sebelum itu menjadi aturan ketat.

Beethoven melangkah lebih jauh. Dia menyusun hampir semua scherzo dalam sembilan simfoninya. Dia tidak memberi label semuanya seperti itu. Hanya Simfoni No.2 dan No.3 yang diberi nama khusus “Scherzo”. Tapi fungsinya ada. Energinya ada di sana. Kejutannya ada di sana.

Potongan Karakter Mandiri

Pada abad ke-19 scherzo bukan lagi sekadar sebuah gerakan. Itu menjadi bagian yang berdiri sendiri.

Itu tetap cepat. Itu tetap cepat. Namun tidak diperlukan simfoni untuk mempertahankannya.

Felix Mendelssohn tahu cara menggunakannya