Perubahan Iklim Mengancam Migrasi Kupu-Kupu Raja yang Ikonik

19

Perubahan iklim menimbulkan ancaman yang semakin besar terhadap migrasi tahunan kupu-kupu raja yang spektakuler di seluruh Amerika Utara. Para peneliti memperkirakan bahwa perubahan kondisi iklim dapat memperpendek habitat yang sesuai di Meksiko, berpotensi mengganggu perjalanan multi-generasi kupu-kupu dan, yang terpenting, mengubah migrasi itu sendiri daripada mendorong spesies tersebut menuju kepunahan.

Migrasi Raja dalam Risiko

Setiap tahun, jutaan raja ( Danaus plexippus ) melakukan migrasi pulang pergi yang luar biasa sepanjang ribuan kilometer. Mereka meninggalkan tempat berkembang biak di Kanada dan Amerika Serikat pada musim gugur untuk melewati musim dingin di daerah pegunungan di Meksiko tengah. Ketika suhu meningkat di musim semi, generasi berikutnya melanjutkan siklus ke utara, mengikuti ketersediaan milkweed ( Asclepias ), satu-satunya tanaman yang dimakan ulat mereka dan tempat betina bertelur.

Namun, studi baru yang diterbitkan dalam PLOS Climate pada tanggal 25 Februari memperingatkan bahwa perubahan suhu dapat menggeser habitat optimal musim dingin ke arah selatan di Meksiko. Hal ini akan memperpanjang perjalanan yang sudah melelahkan dan meningkatkan pengeluaran energi bagi serangga.

Migrasi vs. Kepunahan

Keprihatinan utamanya bukan pada keberlangsungan spesies, tapi keberlangsungan migrasi itu sendiri. Ahli biologi Carolina Ureta dari National Autonomous University of Mexico berpendapat bahwa beberapa raja mungkin memilih untuk tetap tinggal di Meksiko daripada melanjutkan perjalanan ke utara jika perjalanan pulang menjadi terlalu menuntut.

“Dalam hal ini, spesies tersebut tidak berada dalam bahaya karena perubahan iklim, namun mungkin karena migrasi.”

Hal ini penting karena meskipun populasi raja telah menurun lebih dari 80% sejak tahun 1990an—akibat hilangnya habitat, cuaca ekstrem, pestisida, dan parasit—migrasi merupakan fenomena ekologi yang unik. Populasi raja lainnya di seluruh dunia tidak melakukan perpindahan jarak jauh seperti itu.

Penurunan Habitat & Proyeksi Masa Depan

Para peneliti menggunakan simulasi komputer untuk memodelkan distribusi milkweed di masa depan dalam berbagai skenario iklim. Hasilnya menunjukkan potensi penurunan habitat yang sesuai dari sekitar 19.500 kilometer persegi saat ini menjadi sekitar 8.000 kilometer persegi pada tahun 2070. Penyusutan ini, dikombinasikan dengan pergeseran kondisi optimal ke arah selatan, dapat memfragmentasi jalur migrasi.

Memantau Perilaku Migrasi

Para ilmuwan percaya bahwa mengamati ukuran sayap dapat membantu menentukan apakah raja-raja tersebut menetap secara permanen di wilayah di luar jalur migrasi tradisional mereka. Kupu-kupu yang menetap di belahan dunia lain cenderung memiliki lebar sayap yang lebih kecil dibandingkan kupu-kupu yang bermigrasi. Metrik sederhana ini dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana perubahan iklim mengubah perilaku raja.

Masa depan migrasi raja tidak dapat dipastikan, namun potensi hilangnya peristiwa alam yang ikonik ini menggarisbawahi dampak perubahan iklim yang lebih luas terhadap ekosistem yang kompleks. Studi ini menyoroti konsekuensi yang halus namun penting: transformasi pola migrasi, bahkan ketika kelangsungan hidup spesies tidak terancam.