Rockhead Poacher: Ikan Dengan Kit Drum Bawaan

12

Pemburu rockhead, ikan kecil namun aneh yang ditemukan di sepanjang pantai Pasifik dari Alaska hingga California, memiliki ciri anatomi yang unik: lubang dalam di kepalanya yang berfungsi seperti drum alami. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ini bukan hanya rongga acak; tulang rusuk khusus di dalamnya disesuaikan untuk menyerang bagian bawah, menghasilkan getaran yang mungkin digunakan untuk komunikasi di lingkungan yang bising.

Fitur Tengkorak Misterius Akhirnya Dijelaskan

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan bingung memikirkan lubang besar seukuran otak di atas kepala pemburu batu. Apakah itu untuk merasakan mangsa, memperkuat suara, atau sesuatu yang lain? Ahli morfologi fungsional Daniel Geldof dan timnya di Louisiana State University menggunakan pemindaian sinar-X untuk memecahkan misteri tersebut. Pemindaian menunjukkan bahwa tulang rusuk yang rata dan bergerak yang terhubung ke otot-otot yang kuat diposisikan untuk menyerang bagian bawah lubang, sehingga menciptakan getaran.

“Ikan ini pada dasarnya memiliki drum kit kecil atau maraca di kepalanya,” jelas Geldof. “Anda bisa merasakan mereka bersuara; rasanya seperti memegang ponsel yang bergetar.”

Mengapa Ada Gendang di Kepala?

Pemburu rockhead hidup di perairan dangkal yang bergejolak, di mana suara tidak dapat merambat dengan baik. Ikan tersebut kemungkinan besar mengembangkan mekanisme stridulasi ini – memukul bagian tubuh secara bersamaan sehingga menimbulkan kebisingan – untuk mengatasi tantangan akustik lingkungannya. Permainan drum ini dapat digunakan untuk memanggil teman, memperingatkan lawan, atau mengagetkan predator. Sementara ikan-ikan lain melakukan stridulasi, pemburu rockhead melakukan hal ini secara ekstrem, sepertinya mereka mengkhususkan diri pada getaran yang berasal dari permukaan.

Skeptisisme dan Penelitian Lebih Lanjut

Tidak semua orang setuju dengan mekanisme pastinya. Ahli ekomorfologi Eric Parmentier berpendapat bahwa lubang tersebut mungkin memperkuat suara yang ada daripada menghasilkannya secara aktif. Perkiraan frekuensi getaran juga masih diperdebatkan.

Saat ini, tidak ada rekaman bawah air yang memastikan bagaimana ikan sebenarnya menggunakan mekanisme drum ini. Eksperimen dan pengamatan di masa depan diperlukan untuk memverifikasi bagaimana kekhasan aneh ini berevolusi dan bagaimana tepatnya pemburu liar berkomunikasi di perairan dangkal yang bising yang mereka sebut sebagai rumah.

Penemuan ini menambah bukti bahwa ikan sangat bergantung pada getaran yang disalurkan melalui permukaan. Sama seperti para ilmuwan yang mempelajari kicauan burung, memahami komunikasi ikan memerlukan penyelidikan terhadap metode unik mereka dalam menghasilkan suara, bahkan metode yang aneh seperti drum kit yang ada di dalamnya.