Meskipun permukaan air laut global terus meningkat akibat perubahan iklim, sebuah fenomena unik sedang terjadi di Greenland: permukaan air laut di sekitar pulau ini diperkirakan akan turun dalam beberapa dekade mendatang. Tren yang berlawanan dengan intuisi ini didorong oleh hilangnya es glasial secara besar-besaran dan mengakibatkan terangkatnya daratan.
Ilmu Pengetahuan di Balik Meningkatnya Dataran Tinggi Greenland
Greenland saat ini terbebani oleh lapisan es setebal satu mil yang menutupi sekitar 80% permukaannya. Ketika es ini mencair dengan kecepatan sekitar 200 miliar ton per tahun, beban berat yang menekan daratan berkurang. Akibatnya, daratan pun ikut naik – sebuah proses yang dikenal sebagai rebound isostatik.
Pemulihan ini bukan hanya tentang penurunan berat badan; gravitasi memainkan peran penting. Lapisan es yang sangat besar memberikan tarikan gravitasi pada lautan di sekitarnya, menyebabkan permukaan laut menggembung ke arah itu. Ketika es berkurang, gaya tarik gravitasi pun ikut berkurang, yang secara efektif menurunkan permukaan laut setempat.
Proyeksi Perubahan: Dari Kaki ke Meter
Para peneliti dari Universitas Columbia, bersama para ahli dari AS, Inggris, dan Kanada, telah membuat model perubahan ini menggunakan data dunia nyata dan model prediktif. Proyeksinya bervariasi tergantung pada emisi gas rumah kaca di masa depan:
- Skenario terbaik (emisi terbatas): Greenland bisa memperoleh sekitar 0,9 meter (3 kaki) lahan terbuka pada tahun 2100.
- Skenario terburuk (tidak ada pengurangan emisi): Pulau ini bisa terangkat setinggi 2,5 meter (8,2 kaki) dari permukaan laut pada akhir abad ini.
Artinya, ketika negara-negara lain di dunia sedang berjuang melawan gangguan laut, Greenland mungkin akan mengalami perluasan garis pantai, bukannya terkikis.
Mengapa Ini Penting
Situasi Greenland menyoroti interaksi yang kompleks antara perubahan iklim dan proses geologi. Turunnya permukaan air laut di sekitar pulau bukanlah suatu kontradiksi terhadap pemanasan global, namun merupakan konsekuensi lokal dari pemanasan global. Pengangkatan daratan merupakan akibat langsung dari pencairan es yang disebabkan oleh kenaikan suhu.
Dampaknya terhadap perekonomian, infrastruktur, dan ketahanan pangan Greenland sangat besar, mengingat mayoritas penduduknya berada di wilayah pesisir. Namun, situasi unik ini tidak meniadakan pentingnya mengatasi kenaikan permukaan air laut global di tempat lain – hal ini hanya menunjukkan bagaimana perubahan iklim terjadi secara berbeda-beda di seluruh planet ini.
Dunia sedang menghadapi perubahan iklim, namun kasus Greenland menunjukkan bahwa bahkan dalam tren yang lebih luas ini, dinamika lokal dapat memberikan hasil yang tidak terduga.
