Bulan saat ini berada dalam fase Bulan Sabit Memudar, yang berarti ia tampak sebagai kepingan yang sangat tipis di langit malam. Hingga hari ini, 18 Maret 2026, hanya sekitar 1% permukaan Bulan yang diterangi, sehingga hampir tidak terlihat dengan mata telanjang.
Apa Artinya?
Bulan mengorbit Bumi kira-kira setiap 29,5 hari, melalui delapan fase berbeda. Fase-fase ini ditentukan oleh seberapa banyak sisi Bulan yang diterangi matahari terlihat dari Bumi. Fase Bulan Sabit Pudar menandai tahap terakhir sebelum Bulan Baru, dimana Bulan akan tampak gelap gulita.
Penjelasan Siklus Bulan
Fase Bulan tidaklah acak; ini adalah hasil yang dapat diprediksi dari orbitnya mengelilingi planet kita. Berikut rincian delapan fase tersebut:
- Bulan Baru: Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi yang terlihat menjadi gelap gulita.
- Bulan Sabit Lilin: Sepotong kecil cahaya mulai muncul di sisi kanan (di Belahan Bumi Utara).
- Kuartal Pertama: Separuh Bulan diterangi di sisi kanan.
- Waxing Gibbous: Lebih dari separuh Bulan menyala, namun belum purnama.
- Bulan Purnama: Seluruh permukaan yang terlihat terang dan terang benderang.
- Waning Gibbous: Cahaya mulai memudar dari sisi kanan.
- Kuartal Ketiga (Kuartal Terakhir): Separuh kiri Bulan menyala.
- Bulan Sabit Pudar: Hanya sepotong tipis yang tersisa di sebelah kiri sebelum menghilang lagi.
Kapan Bulan Purnama Berikutnya Diharapkan
Bagi pengamat di Amerika Utara, Bulan Purnama berikutnya diperkirakan terjadi pada 1 April 2026. Ini menandai puncak siklus bulan, saat Bulan akan tampak terang dan penuh di langit.
Fase-fase Bulan selalu mengingatkan akan hubungan Bumi dengan satelit alaminya, sebuah tarian angkasa yang telah memikat manusia selama ribuan tahun.




























