Fosil Spinosaurus Baru Menegaskan Gaya Hidup Mengarungi, Bukan Berburu di Laut Dalam

14

Perdebatan panjang mengenai bagaimana spinosaurus—dinosaurus aneh yang bersandar pada layar—hidup kemungkinan besar telah mencapai akhir. Spesies baru yang ditemukan, Spinosaurus mirabilis, ditemukan di situs gurun pedalaman di Niger, memberikan bukti kuat bahwa predator ini bukanlah penyelam perairan dalam melainkan menyerupai bangau prasejarah raksasa yang mengintai ikan di perairan dangkal. Penemuan ini menyelesaikan perselisihan yang telah memecah belah para ahli paleontologi selama beberapa dekade: apakah spinosaurus adalah pemburu air atau spesialis mengarungi?

Misteri Gaya Hidup Spinosaurus

Anatomi Spinosaurus selalu menjadi teka-teki. Ia memiliki layar besar, cakar besar, kaki lebar, dan rahang mirip buaya—kombinasi ciri-ciri yang menunjukkan perilaku akuatik dan terestrial. Rekonstruksi awal, seperti yang terjadi pada serial BBC tahun 2005 Walking With Dinosaurs, menggambarkan mereka sebagai pemburu bawah air yang aktif. Namun, fosil baru ini menantang anggapan tersebut.

Penemuan di Gurun Niger

Situs fosil tersebut pertama kali diidentifikasi pada tahun 2019 oleh pemandu lokal yang bekerja sama dengan tim Paul Sereno dari Universitas Chicago. Lokasinya yang terpencil dan awal pandemi COVID-19 menunda penggalian penuh selama bertahun-tahun. Ketika tim kembali, mereka menemukan sisa-sisa dari sekitar sepuluh individu, semuanya memiliki jambul besar yang khas di atas tengkorak mereka serta layar yang familiar di sepanjang punggung mereka.

Spinosaurus mirabilis : Spesies Baru

S. mirabilis hidup sekitar 95 juta tahun yang lalu dan mencapai ukuran yang sebanding dengan Spinosaurus aegyptiacus yang terkenal, dan tumbuh hingga panjang 10–14 meter. Ciri paling mencolok dari spesies baru ini adalah jambulnya, yang tingginya bisa mencapai setidaknya 50 sentimeter jika ditutupi keratin. Menurut Sereno, “Itu dimaksudkan untuk mengatakan, ‘Saya di sini; saya sehat.’” Lambang tersebut, di samping layar, kemungkinan besar berfungsi sebagai fitur tampilan untuk pertahanan wilayah dan daya tarik pasangan.

Perilaku Mengarungi Didukung oleh Anatomi

Analisis tim terhadap proporsi rahang, leher, dan anggota tubuh menempatkan spinosaurus sejajar dengan burung modern seperti bangau. Anatomi mereka—khususnya layar—membuat aktivitas berenang yang efisien tidak mungkin dilakukan. “Ia tidak bisa berenang dengan baik karena layarnya yang besar membuatnya sangat tidak stabil di air,” jelas Sereno. Lokasi fosil di pedalaman semakin mendukung hipotesis mengarungi, karena tidak ada predator laut sebesar ini yang pernah beradaptasi dengan lingkungan air tawar.

Konsensus Pakar

David Hone dari Queen Mary University of London membenarkan temuan ini: “Mereka bukanlah perenang super atau penyelam dalam, namun lebih mirip bangau atau bangau, yang mengarungi air untuk menangkap mangsa.” Mark Witton dari Universitas Portsmouth sependapat, menyatakan bahwa struktur kaki tidak mendukung adaptasi berenang.

Buktinya semakin banyak: spinosaurus bukanlah predator bawah air, melainkan penyeberang raksasa yang berorientasi pada tampilan yang mengintai mangsa di sungai dangkal dan mempertahankan wilayah melalui sinyal visual. Penemuan Spinosaurus mirabilis memberikan bukti paling meyakinkan, mengakhiri perdebatan mengenai gaya hidup mereka.