NIH Menghentikan Pendanaan untuk Penelitian Jaringan Janin dari Aborsi

23

Institut Kesehatan Nasional (NIH) telah mengumumkan penghentian segera pendanaan penelitian yang memanfaatkan jaringan janin manusia yang diperoleh dari aborsi elektif. Keputusan ini membatalkan perubahan kebijakan pada tahun 2021 di bawah Presiden Biden yang telah mengembalikan pendanaan untuk penelitian semacam itu, menyusul pembatasan yang diterapkan pada masa pemerintahan Trump.

Pergeseran Kebijakan NIH

Langkah ini menandai langkah signifikan menuju penyelarasan pendanaan penelitian biomedis dengan prioritas etika yang telah ditetapkan. Direktur NIH Jay Bhattacharya menggambarkan keputusan tersebut sebagai upaya modernisasi, menekankan investasi pada teknologi canggih yang dapat memodelkan kesehatan dan penyakit manusia secara lebih efektif. Pernyataan badan tersebut menegaskan bahwa jumlah proyek yang didanai pemerintah federal yang menggunakan jaringan janin telah menurun sejak tahun 2019, dengan sekitar $60 juta dialokasikan untuk 77 proyek serupa pada tahun fiskal 2024.

Mengapa Ini Penting

Kontroversi seputar penelitian jaringan janin berasal dari perpecahan etika yang mendalam. Para pendukungnya berpendapat bahwa jaringan ini penting untuk mempelajari perkembangan dan penyakit manusia, serta berkontribusi terhadap terobosan dalam pengobatan kondisi seperti Alzheimer, diabetes, dan infertilitas. Secara historis, jaringan janin juga berperan penting dalam pengembangan vaksin, termasuk vaksin polio dan hepatitis A.

Namun, para kritikus menolak penggunaan jaringan yang diperoleh dari aborsi elektif, sehingga menimbulkan kekhawatiran moral mengenai sumber bahan biologis. NIH akan terus mendanai penelitian yang menggunakan jaringan dari keguguran atau aborsi spontan, meskipun para ilmuwan umumnya lebih memilih jaringan dari prosedur elektif karena kualitasnya yang lebih tinggi dan dapat diprediksi. Jaringan keguguran seringkali mengandung kelainan genetik atau kromosom yang membahayakan integritas penelitian, dan lebih sulit untuk mengumpulkan sampel yang dapat digunakan.

Implikasi Jangka Panjang

Perubahan kebijakan ini kemungkinan akan memicu perdebatan mengenai keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan pertimbangan etis dalam penelitian biomedis. Keputusan tersebut mencerminkan tren peningkatan pengaruh politik yang lebih luas terhadap prioritas pendanaan federal, yang berpotensi membentuk kembali lanskap inovasi medis.

Pergeseran NIH menunjukkan penekanan baru pada metode penelitian alternatif, seperti teknik pemodelan sel tingkat lanjut, namun dampak langsung terhadap penelitian yang sedang berlangsung yang bergantung pada jaringan janin masih belum jelas.

Keputusan NIH menggarisbawahi interaksi yang kompleks antara kemajuan ilmu pengetahuan, permasalahan etika, dan agenda politik dalam membentuk kebijakan penelitian biomedis.