NASA Mempertimbangkan Kembalinya ISS Lebih Awal untuk Astronot Karena Masalah Medis

15

NASA sedang mengevaluasi kemungkinan membawa keempat astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali ke Bumi lebih awal dari yang dijadwalkan, karena masalah medis yang mempengaruhi salah satu anggota awaknya. Badan tersebut mengumumkan pada hari Rabu bahwa rencana perjalanan luar angkasa telah ditunda, meskipun kondisi astronot yang terkena dampak saat ini dilaporkan stabil.

Kekhawatiran Medis Mendorong Peninjauan Garis Waktu Misi

Masalah kesehatan, yang belum dirinci secara publik oleh NASA untuk melindungi privasi astronot, telah mendorong para pejabat untuk mempertimbangkan semua opsi, termasuk percepatan kembalinya misi Crew-11. Dalam pembaruan pada Kamis pagi, NASA menyatakan pihaknya “secara aktif mengevaluasi semua opsi, termasuk kemungkinan diakhirinya misi Crew-11 lebih awal.”

Ini bukanlah keputusan rutin. Pengembalian awal dari ISS membutuhkan biaya yang besar dan logistik yang rumit, namun keselamatan para astronot tetap menjadi prioritas utama NASA. Badan ini dan mitra internasionalnya mempunyai rencana darurat untuk keadaan darurat tersebut, dan akan memberikan informasi terkini dalam waktu 24 jam ke depan.

Kru-11 dan Operasi ISS Saat Ini

Misi Crew-11 terdiri dari astronot NASA Zena Cardman dan Michael Fincke, bersama astronot Jepang Kimiya Yui, dan kosmonot Oleg Platonov dari Roscosmos. Tim tersebut tiba di ISS pada 2 Agustus 2025, dan mendekati akhir masa tinggal orbital standar selama enam bulan.

Perjalanan luar angkasa yang ditunda seharusnya dilakukan oleh Cardman dan Fincke. Meskipun memulangkan kru lebih awal akan sedikit mempersingkat misi mereka, hal itu tidak akan mengubah keseluruhan jadwal operasi ISS secara drastis.

Mengapa Ini Penting

ISS adalah platform penting untuk penelitian ilmiah dan kolaborasi internasional di luar angkasa. Keadaan darurat medis di pesawat dapat mengganggu operasional dan menimbulkan pertanyaan tentang protokol keselamatan astronot. Fakta bahwa NASA secara terbuka mempertimbangkan pemulangan lebih awal menggarisbawahi keseriusan situasi ini, tetapi juga menyoroti komitmen badan tersebut untuk memprioritaskan kesejahteraan kru dibandingkan jadwal misi.

Insiden ini kemungkinan akan mendorong peninjauan kembali kemampuan medis di dalam pesawat dan prosedur tanggap darurat untuk misi ISS di masa depan. Keputusan untuk memulangkan kru lebih awal, jika diambil, akan menjadi preseden untuk menangani situasi serupa di masa depan.