Penasaran Tidak Adanya Kata Kerja Berbau Menyenangkan dalam Bahasa Inggris

18

Ingatan manusia sangat terkait dengan aroma. Aroma yang khas dapat langsung membawa seseorang kembali ke momen, tempat, dan emosi tertentu. Penulis mengenang pengalaman masa kecilnya di Bache Brothers Cycles, sebuah toko sepeda di West Midlands. Gabungan aroma karet, minyak, dan plastik seketika memunculkan kegembiraan menerima sepeda baru di usia sepuluh tahun, lengkap dengan ucapan blak-blakan pemilik toko tentang berat badannya.

Pengalaman ini membawa pada kesadaran yang lebih luas: Bahasa Inggris tidak memiliki kata kerja khusus untuk mendeskripsikan bau yang menyenangkan. Kita dengan mudah mempunyai kata-kata untuk mengungkapkan bau busuk (“bau”, “bau”, “pongs”), tetapi tidak ada kata-kata yang bisa menunjukkan aroma yang menyenangkan. Kata kerja “mencium” terasa paling netral, condong ke arah yang tidak menyenangkan.

Bahasa-bahasa lain mengatasi kesenjangan ini. Welsh memiliki clywed, kata kerja yang berarti merasakan atau merasakan, mencakup semua indera kecuali penglihatan. Bahasa Kroasia memiliki mirišiti untuk bau yang menyenangkan dan smrditi untuk bau yang tidak sedap. Ungkapan ni miriši ni smrdi (“tidak berbau dan tidak bau”) dengan tepat menggambarkan seseorang atau sesuatu yang biasa-biasa saja.

Hubungan antara aroma dan emosi telah dibuktikan secara ilmiah. Para peneliti telah menemukan bahwa aroma seperti vanilla dan lavender dapat membangkitkan respons emosional yang kuat, bahkan pada narapidana. Aroma ini memanfaatkan kenangan yang kuat – kamar mandi nenek, liburan masa kanak-kanak, lokasi tertentu. Orang-orang bahkan dapat mengingat bau dengan jelas meskipun mengalami anosmia fisik, hal ini menunjukkan bahwa memori aroma melampaui tindakan biologis penciuman.

Penulis bermaksud mengunjungi kembali Bache Brothers Cycles untuk memverifikasi apakah aromanya masih sekuat ingatannya. Kekuatan penciuman tidak dapat disangkal, namun anehnya bahasa kita tidak memiliki nuansa untuk sepenuhnya menangkap sisi menyenangkannya.

Pada akhirnya, kesenjangan linguistik ini menyoroti bagaimana bahasa berevolusi berdasarkan prioritas budaya. Meskipun bahasa Inggris secara efisien mendeskripsikan bau yang tidak sedap, tidak adanya istilah khusus untuk bau yang baik mencerminkan kemungkinan kurangnya apresiasi terhadap kenikmatan penciuman.