Influencer Memimpin Upaya Menyelamatkan Duyung Thailand Dari Kepunahan

15

Seorang influencer media sosial di Thailand menggunakan platformnya untuk meningkatkan kesadaran tentang penurunan drastis duyung, mamalia laut yang terancam punah. Theerasak ‘Pop’ Saksritawee, seorang pegiat konservasi amatir, telah menjadi penghubung penting antara ilmuwan dan masyarakat, memobilisasi perhatian terhadap hilangnya habitat duyung.

Krisis Dugong di Thailand

Populasi dugong di Thailand menurun drastis akibat kombinasi perubahan iklim, polusi, dan hilangnya habitat. Dugong sangat rentan karena mereka sangat bergantung pada padang lamun untuk bertahan hidup, yang mengalami kerusakan pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kematian yang terjadi baru-baru ini telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan konservasionis.

Pekerjaan Pop dengan Pusat Biologi Kelautan Phuket melibatkan pelacakan dugong menggunakan teknologi drone dan mengoordinasikan proyek restorasi lamun. Pendekatan langsung ini memungkinkan dia untuk mendokumentasikan krisis secara langsung dan membagikannya kepada banyak pengikutnya secara online.

Menjembatani Sains dan Kesadaran

Peran utama Pop terletak pada menerjemahkan data ilmiah yang kompleks menjadi konten yang dapat diakses oleh ribuan pemirsa. Dia secara efektif menyampaikan urgensi situasi ini, menjelaskan bagaimana aktivitas manusia berdampak langsung pada makhluk laut yang lembut ini. Hal ini termasuk menyoroti dampak lalu lintas perahu, jaring ikan, dan pembangunan pesisir terhadap padang lamun.

Pendekatan influencer ini unik karena memanfaatkan media sosial untuk melewati hambatan konservasi tradisional. Dengan melibatkan audiens secara langsung, Pop melewati penundaan birokrasi dan mendorong tindakan segera.

Mengapa Penurunan Dugong Penting

Menurunnya populasi duyung bukan hanya sebuah tragedi lingkungan; ini adalah gejala dari masalah ekologi yang lebih besar. Dugong adalah spesies kunci, yang berarti kesehatan mereka merupakan indikasi keseluruhan ekosistem lamun. Jika dugong punah, kerusakan keanekaragaman hayati laut tidak akan bisa diperbaiki lagi.

Krisis ini juga menunjukkan betapa cepatnya perubahan iklim dan polusi dapat menghancurkan spesies yang rentan. Dugong Thailand kini berpacu dengan waktu karena peluang untuk menyelamatkan mereka semakin dekat.

“Situasinya kritis,” kata Pop dalam postingannya baru-baru ini. “Jika kita tidak bertindak sekarang, kita akan kehilangan hewan-hewan luar biasa ini selamanya.”

Upaya para influencer ini menjadi pengingat bahwa konservasi memerlukan keahlian ilmiah dan keterlibatan masyarakat. Tanpa hal ini, bahkan spesies yang paling terancam punah pun tidak akan mempunyai peluang melawan kekuatan yang mendorong mereka menuju kepunahan.