Blok Bangunan Kehidupan Ditemukan di Pembibitan Bintang

12

Para astronom telah menemukan molekul organik penting, methanimin, di dalam awan gas yang runtuh yang akan segera menjadi bintang. Temuan ini menunjukkan bahwa bahan dasar kehidupan mungkin sudah tertanam dalam sistem planet sejak tahap awal pembentukannya.

Penemuan di L1544

Molekul tersebut terdeteksi di L1544, gumpalan gas dan debu padat yang berjarak 554 tahun cahaya di dalam Awan Molekuler Taurus. Awan ini belum menjadi bintang; ia berada di ambang keruntuhan gravitasi, yang berarti ia pada akhirnya akan membentuk sebuah bintang dan berpotensi menjadi sistem planet. Kehadiran methanimin menunjukkan bahwa planet-planet masa depan ini dapat mewarisi “perangkat awal” berupa molekul organik bahkan sebelum mereka ada.

Methanimine: Bahan Kimia Utama

Metanimin (CH2NH2) adalah molekul sederhana namun penting dalam kimia organik. Ini adalah batu loncatan antara atom dasar dan molekul kompleks seperti asam amino, yang merupakan bahan penyusun protein. Sekalipun dipecah, methanimin masih menyediakan unsur-unsur penting bagi kehidupan: karbon, hidrogen, dan nitrogen.

Penemuan ini bukan tentang menemukan kehidupan itu sendiri, namun tentang memahami bagaimana kondisi kehidupan dapat muncul secara alami di alam semesta.

Mengapa Ini Penting: Pembentukan Planet

Memahami bagaimana methanimin terbentuk di inti pra-bintang seperti L1544 dapat menjelaskan bagaimana sistem planet memperoleh bahan kimia organik awalnya. Prosesnya tidak acak; awan tampaknya secara aktif mengumpulkan senyawa-senyawa ini bahkan sebelum bintangnya terbakar.

Lapisan luar L1544, yang suhunya lebih hangat, tampaknya menjadi lokasi utama produksi metanimin. Saat material jatuh ke dalam, ia mendistribusikan molekul ke seluruh inti. Artinya, ketika awan tersebut runtuh dan membentuk bintang dan piringan di sekitarnya, sejumlah besar methanimin kemungkinan besar akan tertinggal di wilayah terluar tempat terbentuknya planet.

Dari Awan Gas ke Dunia yang Layak Huni

Saat planet-planet menyatu dari piringan ini, mereka mungkin sudah mengandung bahan dasar asam amino dan molekul organik kompleks lainnya. Jika planet-planet ini layak huni, maka bahan-bahan tersebut berpotensi mengarah pada berkembangnya kehidupan.

“Hal ini menunjukkan bahwa kimia nitrogen dan karbon prebiotik utama tetap aktif bahkan dalam fase dingin dan diam sebelum keruntuhan, memastikan bahwa prekursor organik… dapat diwarisi oleh generasi berikutnya yang membentuk bintang dan planet,” tulis para peneliti.

Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa alam semesta mungkin telah dipersiapkan untuk munculnya kehidupan melalui proses kimia alami yang terjadi jauh sebelum planet ada. Kondisi kehidupan bukan hanya tentang menemukan planet yang layak huni; semuanya dimulai dengan warisan kimiawi dari kelahiran sebuah bintang.