Beberapa bintang tampak mengikuti kita melintasi musim, sementara yang lain tetap diam di langit malam. Ini bukan keajaiban. Ini soal pergerakan Bumi, cara kita mengukur waktu, dan perilaku bintang terhadap kutub planet kita. Sebagai ilmuwan luar angkasa, saya sering mendapat pertanyaan ini dari anggota keluarga yang penasaran. Mari kita uraikan mengapa beberapa rasi bintang seperti Orion menghilang selama berbulan-bulan, sementara rasi bintang lainnya seperti Biduk tetap terlihat sepanjang tahun.
Dua Cara Kita Mengukur Sehari
Para astronom mendefinisikan satu hari dalam dua cara: hari matahari (24 jam, dari tengah hari hingga tengah hari) dan hari sidereal (23 jam 56 menit, berdasarkan bintang). Perbedaannya tidak kentara, namun krusial. Bumi tidak hanya berputar satu kali pada porosnya setiap 24 jam; ia juga bergerak sedikit dalam orbitnya mengelilingi matahari. Oleh karena itu, bintang-bintang tampak terbit empat menit lebih awal setiap malam. Selama berminggu-minggu, hasilnya bertambah: sebuah bintang terlihat pada jam 10 malam. satu bulan mungkin terlihat pada jam 8 malam. berikutnya.
Inilah sebabnya Orion tidak selalu terlihat. Pada akhir bulan Desember, suhunya masih rendah, namun pada bulan Februari, suhunya hampir berada di atas kepala. Jika Anda ingin melihatnya pada bulan Agustus di Amerika Utara, Anda harus bangun jam 4:30 pagi dan melihat ke arah timur.
Bintang Sirkumpolar: Bintang yang Tidak Pernah Terbenam
Beberapa bintang bersifat sirkumpolar — mereka tidak pernah terbit atau terbenam. Hal ini terjadi karena sumbu rotasi bumi menonjol ke langit sehingga menimbulkan kutub-kutub langit. Kutub utara langit dekat dengan Polaris, Bintang Utara. Bintang-bintang di dekat Polaris mengelilinginya tanpa henti saat Bumi berputar, tidak pernah tenggelam di bawah cakrawala.
Semakin dekat Anda ke Kutub Utara, semakin banyak bintang sirkumpolar yang Anda lihat. Di ekuator, tidak ada bintang yang bersifat sirkumpolar; semuanya terbit dan terbenam. Namun di Kutub Utara, setiap konstelasi utara mengelilingi Bintang Utara tanpa terbenam. Polanya terbalik di Belahan Bumi Selatan, dengan konstelasi yang mengelilingi kutub selatan.
Goyangan Lambat Bumi
Selama ribuan tahun, poros putaran bumi perlahan berpresesi akibat tarikan gravitasi matahari dan Yupiter. Ini seperti gasing yang berputar dan bergoyang-goyang saat melambat. Karena goyangan ini, Polaris tidak selalu menjadi Bintang Utara. Sekitar 12.000 tahun dari sekarang, Vega akan mengambil tempatnya, lebih dari 50 derajat melintasi langit malam dari Polaris.
Presesi ini juga mempengaruhi konstelasi zodiak. Tanggal astrologi tradisional untuk setiap tanda tidak lagi sejajar dengan posisi matahari sebenarnya. Misalnya, matahari kini berada di Sagitarius dari tanggal 18 Desember hingga 19 Januari, bukan tanggal 22 November hingga 21 Desember seperti saat zodiak pertama kali dibuat. Pada awal Desember, matahari sebenarnya melewati Ophiuchus, sebuah konstelasi yang tidak termasuk dalam zodiak tradisional.
Perubahan ini terjadi secara bertahap, berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau ribuan tahun. Jika Anda menginginkan perubahan perspektif secara instan, perjalanan ke belahan bumi berlawanan akan menunjukkan Orion terbalik dan langit malam berputar ke arah berlawanan.
Pada akhirnya, visibilitas bintang bergantung pada pergerakan Bumi, bukan campur tangan Tuhan. Langit malam adalah sistem yang dinamis, terus berubah seiring planet kita mengorbit matahari dan bergerak melintasi ruang angkasa.





























