Evakuasi Medis yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya Dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

16

Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun sejarah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronot dipulangkan lebih awal karena masalah medis yang menimpa salah satu awaknya. Meskipun NASA menolak untuk merinci secara pasti sifat penyakit atau cedera tersebut untuk melindungi privasi astronot, empat dari tujuh penghuni saat ini akan kembali ke Bumi lebih cepat dari yang direncanakan.

Mengapa Ini Penting: Yang Pertama dalam Kedokteran Luar Angkasa

Keputusan untuk mengevakuasi astronot karena alasan medis adalah peristiwa penting karena, meskipun ISS beroperasi dalam jangka panjang, situasi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kepala petugas kesehatan NASA, James Polk, mencatat bahwa model statistik memperkirakan evakuasi darurat akan terjadi kira-kira setiap tiga tahun, namun ini adalah kasus aktual pertama. Artinya, kemampuan medis ISS sebelumnya sudah memadai untuk menangani seluruh insiden kesehatan di orbit.

Misi Kru-11 Dipersingkat

Para astronot yang kembali adalah bagian dari misi Crew-11, yang diluncurkan pada 1 Agustus dan dijadwalkan selesai pada akhir Februari. Administrator NASA Jared Isaacman menjelaskan bahwa tujuan inti misi tersebut hampir selesai, meminimalkan gangguan dari pengembalian awal. Evakuasi tidak dianggap darurat; astronot yang terkena dampak dalam keadaan stabil, dan kru akan turun dalam beberapa hari mendatang menggunakan pesawat luar angkasa SpaceX Dragon yang sama yang mengantarkan mereka ke stasiun.

Kemampuan Medis Terbatas di Orbit

Meskipun ISS dilengkapi dengan “perangkat keras medis yang kuat,” Polk menekankan bahwa hal itu tidak sesuai dengan sumber daya diagnostik yang tersedia di Bumi. Masalah medis memerlukan evaluasi yang lebih ekstensif daripada yang bisa dilakukan oleh stasiun tersebut, sehingga memerlukan pengujian dan pengobatan di lapangan.

Tidak Ada Perubahan Besar pada Protokol Evakuasi

Terlepas dari keadaan yang unik, operasi evakuasi sebenarnya akan berjalan serupa dengan pengembalian misi standar. Fasilitas medis di Bumi sedang bersiap menerima astronot yang terkena dampak untuk penilaian lebih lanjut. Awak yang tersisa – satu astronot Amerika dan dua kosmonaut Rusia – akan terus beroperasi hingga kedatangan Crew-12, yang peluncurannya mungkin akan dipercepat sebagai respons terhadap peristiwa ini.

“Dalam 25 tahun sejarah Stasiun Luar Angkasa Internasional, kita telah memiliki banyak model… yang menyatakan bahwa kita seharusnya melakukan evakuasi medis kira-kira setiap tiga tahun… dan hingga saat ini kita belum melakukan evakuasi medis.” – James Polk, kepala petugas kesehatan dan medis NASA.

Insiden ini menggarisbawahi risiko yang melekat pada penerbangan luar angkasa jangka panjang dan menyoroti pentingnya protokol medis yang kuat untuk misi di masa depan, terutama ketika umat manusia semakin mendorong eksplorasi ruang angkasa.