Setelah 10 hari berada di luar angkasa dan perjalanan menempuh jarak hampir 700.000 mil, kru Artemis II sedang mempersiapkan fase paling penting dari misi mereka: memasuki kembali atmosfer bumi. Misi tersebut, yang menandai penerbangan berawak pertama ke luar angkasa dalam lebih dari lima dekade, telah menjadi serangkaian tonggak sejarah, rintangan teknis, dan jarak yang memecahkan rekor.
Hitung Mundur Terakhir: Apa yang Diharapkan Selama Splashdown
Kembalinya ke Bumi adalah rangkaian waktu yang presisi yang dirancang untuk mengalihkan kru dari ruang hampa menuju keselamatan di Samudra Pasifik.
- Pemisahan: Pukul 19:33. ET, kapsul Orion (modul kru) akan terlepas dari modul layanan, yang menyediakan tenaga dan penggerak.
- Masuk kembali: Pukul 19:53. ET, kapsul tersebut akan mencapai atmosfer bagian atas dengan kecepatan yang mengejutkan 24.000 mph.
- Perlambatan: Gesekan dari atmosfer akan memperlambat pesawat, diikuti dengan penggunaan parasut untuk mengurangi kecepatan dari ratusan mil per jam ke kecepatan pendaratan yang aman.
- Splashdown: Para kru diperkirakan akan mendarat di Samudra Pasifik, sebelah barat San Diego, sekitar 8:07 malam. DAN.
Catatan Saat Menonton: Sementara NASA akan menyiarkan kembalinya secara langsung mulai pukul 18:30. ET melalui YouTube dan X, pesawat ruang angkasa itu sendiri kemungkinan besar tidak akan terlihat oleh pengamat di pantai California, karena akan memasuki atmosfer dari barat daya melintasi lautan. Namun, ledakan sonik dari masuknya kembali dengan kecepatan tinggi mungkin terdengar di beberapa bagian California Selatan.
Misi Pertama dan Rekor
Artemis II dikenal karena pencapaiannya yang “superlatif”, mendobrak hambatan bagi sains dan representasi:
– Memecahkan Rekor: Para kru melampaui rekor jarak yang dibuat oleh Apollo 13 pada tahun 1970, melakukan perjalanan 252.756 mil dari Bumi—kira-kira 4.100 mil lebih jauh dari rekor sebelumnya.
– Perbatasan Baru: Para kru mengamati bagian sisi jauh Bulan yang belum pernah terlihat oleh mata manusia, menangkap gambar kawah dan dataran untuk membantu pendaratan di bulan di masa depan.
– Representasi Beragam: Para kru termasuk pria kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan mengelilingi Bulan (Victor Glover ), wanita pertama (Christina Koch ), dan astronot Kanada pertama (Jeremy Hansen ).
Tantangan Teknis dan Debat “Perisai Panas”.
Misi ini bukannya tanpa kesulitan. Para kru harus mengatasi gangguan komunikasi dan bahkan memecahkan masalah toilet yang tidak berfungsi—sebuah pengingat bahwa bahkan di luar angkasa, infrastruktur dasar sangatlah penting.
Yang lebih penting lagi, misi ini menyoroti perdebatan teknis mengenai pelindung panas Orion. NASA telah mengakui kelemahan dalam integritas perisai tersebut tetapi menyatakan bahwa lintasan misi tersebut dirancang khusus untuk meminimalkan risiko dan menjamin keselamatan astronot. Hal ini menarik perhatian dari beberapa insinyur veteran dan mantan astronot yang berpendapat bahwa risiko peluncurannya terlalu tinggi. Terlepas dari kekhawatiran ini, misi tersebut berhasil menunjukkan bahwa sistem pendukung kehidupan dan propulsi inti Orion mampu menopang manusia di luar angkasa.
Rekap Garis Waktu Misi
| Fase | Peristiwa Penting |
|---|---|
| Peluncuran | 1 April dari Kennedy Space Center; menghadapi gangguan TI awal dan gangguan pipa. |
| Transit | Peralatan olahraga (roda gila) dan prosedur CPR yang diuji dalam gayaberat mikro. |
| Orbit Bulan | Memasuki gravitasi Bulan; menguji pakaian antariksa darurat oranye baru. |
| Penerbangan | Mengambil gambar sisi jauh bulan dan menyaksikan gerhana matahari selama 53 menit. |
| Kembalinya | Saat ini sedang bertransisi dari lingkup pengaruh bulan kembali ke Bumi. |
Kesimpulan
Jatuhnya Artemis II mewakili lebih dari sekedar akhir dari perjalanan 10 hari; ini adalah bukti konsep yang sukses untuk penerbangan luar angkasa manusia jangka panjang. Dengan menavigasi kompleksitas teknis ruang angkasa dan lingkungan bulan, NASA telah meletakkan dasar penting untuk era eksplorasi bulan berikutnya dan misi manusia ke Mars.






























